HabaJino.com | Banda Aceh – Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang mengakibatkan sebuah tiang penerangan jalan umum (PJU) roboh di kawasan Jembatan Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Sabtu (6/6/2026) sore. Insiden tersebut menarik perhatian masyarakat karena posisi tiang yang condong ke arah badan jalan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Menyadari kondisi tiang yang tidak stabil serta adanya kabel yang menggantung, masyarakat segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwenang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Ulee Kareng bersama tim teknis dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh segera melakukan peninjauan dan pengamanan di lokasi kejadian.

Petugas kemudian memasang garis pembatas serta rambu peringatan di sekitar area terdampak guna meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Banda Aceh. Kuatnya hembusan angin diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan robohnya fasilitas penerangan jalan tersebut.

Lokasi kejadian berada di depan Kantor DPD Partai NasDem Banda Aceh, kawasan Jembatan Pango, yang merupakan salah satu jalur penghubung dengan tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya.

Tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan kendaraan dalam insiden ini. Meski demikian, keberadaan tiang yang roboh dan kabel yang menggantung sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas maupun risiko sengatan listrik.

Sejumlah warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar fungsi penerangan jalan dapat kembali normal. Mereka menilai ruas jalan tersebut merupakan akses penting yang ramai digunakan masyarakat, khususnya pada malam hari.

Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Selain berisiko menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum, kondisi cuaca yang tidak menentu juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat di ruang terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan serta evaluasi terhadap kondisi tiang penerangan yang roboh masih berlangsung oleh instansi terkait guna memastikan keamanan dan keselamatan di sekitar lokasi.(Arju Na Fahlefi)