Lhoksukon | habajino.com – Polres Aceh Utara mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan seluruh rangkaian Piasan Pase dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-800 Kabupaten Aceh Utara. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan yang berlangsung pada 7 hingga 13 September 2026 berjalan aman, tertib dan lancar.

Piasan Pase bukan sekadar rangkaian perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang kembali jejak panjang Samudera Pasai, kerajaan Islam yang pernah tumbuh dan berkembang di kawasan Aceh Utara serta memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan dan perkembangan Islam di Nusantara.

Samudera Pasai berada di jalur strategis perdagangan Selat Malaka yang menghubungkan berbagai kawasan, termasuk dunia Arab, India dan Tiongkok. Jejak kejayaannya hingga kini masih dapat ditelusuri melalui berbagai peninggalan arkeologis, termasuk makam dan batu nisan para penguasa Pasai.

Salah satu peninggalan penting adalah makam Sultan Malikussaleh, pendiri Samudera Pasai. Batu nisannya bertarikh 696 Hijriah atau 1297 Masehi, menjadi salah satu bukti penting keberadaan kerajaan Islam di kawasan tersebut pada masa awal.

Warisan sejarah tersebut menjadi bagian dari identitas Aceh Utara hingga saat ini. Peringatan Harlah ke-800 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk mengenang kejayaan masa lalu sekaligus meneguhkan nilai adat, budaya dan sejarah masyarakat Aceh.

Puluhan Personel Disiagakan di Sejumlah Titik

Dalam pengamanan Piasan Pase, puluhan personel Polres Aceh Utara dibagi dalam tiga regu pengamanan dan satu tim bantuan.

Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari lokasi utama kegiatan, akses keluar-masuk, area parkir, jalur lalu lintas, kawasan Expo dan UMKM, hingga lokasi yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Sebelum melaksanakan tugas, seluruh personel mengikuti apel pengecekan pasukan yang digelar sekitar pukul 07.30 WIB di Kantor Bupati Aceh Utara, Minggu (6/9/2026).

Apel dipimpin Koordinator Pengamanan, Kompol Zaflaini, S.H., dan diikuti personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan WH, Dinas Perhubungan, MPU serta unsur terkait lainnya.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kabag Ops Polres Aceh Utara Kompol Zaflaini, S.H., selaku Koordinator Pengamanan, mengatakan pengamanan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, tamu undangan maupun seluruh peserta kegiatan.

«“Kami menempatkan personel pada titik-titik yang telah ditentukan, mulai dari lokasi utama kegiatan, akses keluar dan masuk, area parkir, jalur lalu lintas hingga kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Seluruh personel diarahkan untuk melaksanakan pengamanan secara humanis, profesional dan persuasif,” ujar Kompol Zaflaini.»

Panggung Utama hingga Area UMKM Jadi Perhatian

Menurut Kompol Zaflaini, sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan menjadi perhatian khusus petugas, di antaranya panggung utama, kawasan Expo dan UMKM, kantong parkir, akses keluar-masuk lokasi kegiatan, serta jalur pergerakan tamu undangan dan pejabat VIP.

Ia meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dan tetap berada di titik penugasan masing-masing selama kegiatan berlangsung.

«“Kami mengimbau seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan ploting masing-masing sebelum kegiatan selesai. Apabila terdapat kejadian menonjol atau potensi gangguan Kamtibmas, agar segera dilaporkan untuk dilakukan penanganan secara cepat dan tepat,” lanjutnya.»

Pengamanan Terpadu Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Usai apel, seluruh personel langsung menempati titik pengamanan sesuai pembagian tugas masing-masing.

Pengamanan dilaksanakan secara terpadu bersama unsur terkait untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari kepadatan masyarakat, gangguan Kamtibmas, pencurian hingga hambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

Langkah tersebut penting mengingat Piasan Pase diperkirakan menjadi salah satu momentum yang menghadirkan konsentrasi masyarakat dalam jumlah besar untuk mengikuti berbagai kegiatan peringatan Harlah ke-800 Kabupaten Aceh Utara.

Mengenang Kejayaan Pasai, Menatap Masa Depan Aceh Utara

Samudera Pasai meninggalkan warisan yang jauh melampaui peninggalan fisik. Kawasan ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan sejarah Islam, perdagangan dan kebudayaan di Asia Tenggara. Sejumlah sumber sejarah juga mencatat persinggahan tokoh-tokoh dunia pada masa itu, termasuk Marco Polo dan Ibnu Battutah.

Karena itu, peringatan Harlah ke-800 Kabupaten Aceh Utara menjadi momentum untuk kembali melihat sejarah tersebut sebagai bagian dari jati diri daerah.

Dari tanah Pasai, sejarah besar pernah tumbuh. Dari warisan itu pula, generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga adat, merawat budaya, menghormati sejarah dan membangun masa depan Aceh Utara.

Polres Aceh Utara berharap pengamanan terpadu yang dilakukan dapat mendukung seluruh rangkaian Piasan Pase Harlah ke-800 Samudera Pasai, sehingga masyarakat dapat mengikuti setiap kegiatan dengan aman, tertib dan nyaman.

Pada akhirnya, Piasan Pase bukan hanya tentang mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga tentang menghidupkan kembali semangat Pasai untuk generasi masa kini dan masa yang akan datang.