Habajino.com | Pidie jaya –Bupati Pidie Jaya diwakili, Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., M.PH, menghadiri pelatihan pembuatan genteng bagi pengrajin bata dalam rangka pemanfaatan material sisa banjir pascabencana hidrometeorologi di Pabrik Bata Gampong Pantang Cot Baloi, Kecamatan Ulim, Minggu 14 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Pembangunan Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, M.Sc, Wakil Ketua DPRK Pidie Jaya, Wakapolres Pidie Jaya, Pabung Kodim, perwakilan Kejaksaan Negeri Pidie Jaya yang diwakili Kasi Barang Bukti, Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Sekretaris Disperindagkop UKM, serta Camat Ulim. Pelatihan ini diikuti 23 pelaku usaha dan pengrajin batu bata dengan narasumber dari Koperasi Genteng Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Asisten Deputi Pembangunan Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, M.Sc, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan material sisa banjir agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Selain mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, kegiatan ini juga bertujuan mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru melalui pengembangan keterampilan produksi genteng berbahan baku tanah liat. Kehadiran narasumber dari Koperasi Genteng Majalengka diharapkan mampu mentransfer pengalaman dan pengetahuan praktis kepada peserta sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Sementara itu, Sekda Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., M.PH, menyampaikan apresiasi kepada BNPP RI atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Pidie Jaya. Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat pascabanjir melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. “Kami berharap setelah pelatihan ini lahir pelaku-pelaku usaha genteng baru yang mampu memanfaatkan material sisa banjir menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mendukung kebutuhan pembangunan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi, program ini juga diharapkan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujar Munawar. (Prokopim/Yuni).

